Kamis, 29 November 2012

Kami pun Ingin Bahagia

Menatap langit tersipu malu
Hamparan asa tiada guna
Seutas mimpi penuh kelabu

Mereka yang di sana, tertawa bahagia
Di saat penguasa tertawa ramaikan angkasa
Kami, kaki negara  hanya diam berpeluh duka
Buah hati  t’lah rela dipekerjakan
Hanya demi nasi sesuapan
Siapa yang tak ingin hidup bahagia? Siapa?
Berjuang hingga letih tak lagi dihirau
Jangankan Rojolele, karak pun makanan istimewa                
Masih perlukah berkorban demi nusa dan bangsa?
Wahai bapak ibu terhormat
Sungguh mulia pekerjaan anda
Menginjak tertawa saat kami menderita                                                         
Lihatlah kami yang belari mengejar keliling dunia
Sungguh
Kami hanya ingin dicinta
Kami pun ingin bahagia 
                               

Majas dalam puisi:
Merah    :
Personofikasi
Hijau        :    
Retorika
Oranye   :
Hiperbola
Merah Muda :
Metonimia
Ungu     :
Simbolik
Abu-abu     :    
Retorika
Biru      :   
Metafora

Karya: Kurniapeni Margi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar